BUPATI NIAS BARAT FADUHUSI DAELY, S.Pd., MA., MM., LUNCURKAN BUKU BIOGRAF DENGAN JUDUL “ANAK PETANI SANG VISIONER”

LAHOMI – Bupati Nias Barat Faduhusi Daely, S.Pd., MA., MM., Launching (Peluncuran) Buku Biografi dengan judul “ANAK PETANI SANG VISIONER”.

Bertempat di Alun-Alun Omo Sebua Pendopo Bupati Nias Barat – Onolimbu, Jumat (26/03/2021).

Dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Nias Barat Drs. Evolut Zebua beserta Anggota, Sekretaris Daerah Nias Barat Prof. Dr. Fakhili Gulo, M.Si., beserta Kepala Perangkat Daerah, Forkopimda, Ephorus ONKP, BNKP dan BKPN serta Bapak/i Pendeta, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat dan para hadirin.

Pada Peluncuran Buku Biografi “ANAK PETANI SANG VISIONER” oleh Bupati Nias Barat Faduhusi Daely, S.Pd., MA., MM., menyampakaikan sambutannya….

Pertama-tama kita mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas anugerah, pertolongan dan kasih karuniaNya kepada kita sehingga pada hari ini kita bisa rnenyaksikan keajaiban dan karya Tuhan dalam setiap perjalanan hidup kita. Sebab saya percaya tanpa Tuhan, kita semua tidak dapat berbuat apa-apa. Ada satu statement hamba Tuhan yang mengatakan bahwa “tiada satu pun di dalam hidup ini kita lakukan tanpa seizin Tuhan, bahkan mengangkat jari saja itu seizin Tuhan”. Artinya, semua yang kita lakukan adalah atas kehendak dan kontrolNya Tuhan.

Bapak/lbu dan Saudara/i yang saya kasihi. Dengan segala rendah hati saya sampaikan bahwa saya bersyukur kepada Tuhan Yesus jika sarnpai detik ini saya masih bisa diberi kesempatan untuk hidup dan berkarya. Kalau aku ada sampai detik ini semua karena anugerah Tuhan dan kalau aku hidup sampai detik ini semua karena kebaikan Tuhan dan kalau aku bisa berkarya semua karena pertolongan Tuhan. Jadi kalau saya bisa menyusun Biografi ini dalam sebuah buku dengan terna: “ANAK PETANI SANG VISIONER” : Meniti Karier Membangun Daerah, Anak Petani Menjadi Bupati.

Bapak/Ibu dan Saudara/i yang saya homati dan saya kasihi, saya menyampaikan bahwa Buku Biografi ini saya tulis dan hari ini diluncurkan (dilaunching) bukan untuk rnenonjolkan kepribadian, kesuksesan karier dan kehomatan saya. Sekali lagi bukan tentang itu. Tetapi Buku Biografi ini saya tulis, saya susun dan saya munculkan dihadapan Bapak/lbu untuk menyaksikan kepada kita semua bagaimana karya Tuhan Allah dalam kehidupan saya dan keluarga. Saya tidak pernah membanggakan apalagi menyombongkan apa yang telah saya terima, namun saya bersyukur kepada Tuhan. Saya ingat Firman Tuhan yang berkata “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu (1 Tesalonika 5:18). Maka Buku Biografi ini saya tulis sebagai bentuk Ucapan Syukur saya dan keluarga kepada Tuhan Allah dengan menyaksikan dan menceriterakan segala kebaikan dan kemurahanNya kepada saya dan keluarga.

Bapak/lbu dan Saudara/i yang saya hormati dan saya kasihi, selain itu Biografi ini merupakan sebuah hadiah yang sangat istimewa bagi Bapak/lbu dan Saudara/i sekalian sebagai prasasti moral agar saling belajar dari pengalaman sesama manusia. Apa yang saya ceriterakan di dalam Buku Biografi ini merupakan pengalaman nyata, yang saya alami, nikmati dan jalani bersama keluarga, isteri dan anak-anak. Sebuah anugerah dari Tuhan jikalau diberikan kesempatan olehNya membagikan pengalaman rohani (iman) saya, pengalaman perjuangan hidup dan karier serta sikap optimisme dalam mencapat sebuah visi yang telah Tuhan tanamkan di dalam diri saya.

Berbagi hidup dengan Bapak/lbu dan Saudara/i merupakan suatu kehormatan bagi saya menjadi berkat dalam semangat hidup, peran moril dan testimoni yang saya jalani sepanjang meniti karier dari nol sampat puncak menjadi Kepala Daerah. Namun sikap optimisme saya, bukan berarti saya tidak kuatir. Sebagat manusia terkadang saya mengalami keadaan kuatir, galau terhadap perjuangan dan kepmimpinan saya. Tetapi ada satu komitmen saya yang juga saya imani bahwa “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang rnemberi kekuatan kepadaku (Filipi 4:13)”. Sikap optimis dan bersyukur merupakan kunci mampu melewati keadaan yang sulit apa pun.

Saya bersyukur atas kepercayaan Tuhan dalam memimpin Nias Barat dan berbagai lembaga pemerintahan serta organsasi. Tuhan percayakan saya untuk menjadi berkat di sana, menjadi contoh dan memberikan semangat kepada generasi muda. Namun, saya sadar dan saya akui bahwa di dalam kepemimpinan dan kepribadian pasti ada kekurangan, kelemahan yang memang dialami oleh setiap manusia. Tetapi melalui tulisan ini saya sampaikan bahwa kelemahan saya jadikan pembelajaran bagi anda para pemuda khususnya dan masyarakat Nias Barat serta kepulauan Nias. Dan hal-hal positif yang saya bagikan dalam Biografi ini jadikantah itu sebagai emas dan perak yang lebih berharga untuk memimpin, menjadi kepala diberbagai lernbaga dan organisasi.

Selanjutnya, saya sampaikan bahwa Tuhan telah memberikan dan menentukan visi di dalam hidup kita, tinggal bagaimana kita menjalaninya dengan bersyukur, berjuang dan berkomitmen. Selagi ada kesempatan berkarya untuk Tuhan, rnengapa tidak kita kerjakan dengan baik dan penuh tanggungjawab. Melayani sesama merupakan kebahagiaan hidup saya. sekecil apa pun yang saya buat itu berarti bagi mereka. Dan saya memiliki motto hidup “saya bekerja untuk orang lain”.

Bapak/lbu dan Saudara/i yang saya hormati dan saya kasihi pada kesempatan ini saya sampaikan pesan-pesan moral kepada kita semua sebagai bagian dari tujuan penulisan Buku Biografi ini, yakni:

Pertama: Percaya Bahwa Tuhan Adalah Gembala Yang Baik. Sebagai Anak Petani yang meniti karier dari nol untuk membangun daerah dan menjadi Bupati bukan kekuatan dan hebatnya saya atau orang tua saya, tetapi semata-mata hanya oleh karena kemurahan Tuhan. Pada saat saya melamar dari guru, yang saya andalkan adalah hanya Tuhan. Semua keluarga berdoa dan saya berdoa. Sebab saya percaya bahwa Tuhan adalah gembalaku. Di dalam Mazmur 23:1 “TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku”. Inilah yang saya pegang dan imani bahwa rancangan Tuhan tidak pernah gagal kepada orang yang percaya dan berharap kepada Dia.

Kedua: Ambil Bagian Sekecil Apapun dan Mari Kita Berbuat Untuk Orang Lain. Pekerjaan yang sangat kecil namun, saya menilainya bahwa pekerjaan itu memiliki nilai yang besar. Bukan masalah berapa saya dibayar baru saya kerjakan. Saya kerjakan dulu, biarlah orang itu sendiri yang menilai dan memberikan apresiasi kepada kita. Artinya, lakukanlah apa yang bisa kamu lakukan walaupun hal itu kelihatan kecil namun nilai dan maknanya besar bagi orang lain. Jangan malu melakukan apa pun itu juga sekecil apa pun. Ada pepatah kuno Nias yang mengatakan “Sökhi mate, moroi aila”. Jangan malu melakukan apa yang bisa kamu lakukan untuk orang lain, walaupun yang kita lakukan itu dianggap oleh otang lain belum ada apa-apanya. Biarin. Tugas anda sekarang melakukan bukan menanggapi apa kata orang. Jadi, para pemuda dan pemudi di Kabupaten Nias Barat dan diseluruh Kepulauan Nias serta seluruh masyarakat yang saya cintai, hindari pikiran yang membuat anda patah semangat, yang membuat anda gagal mencapai visi cemerlang yang sedang menantikan anda, belajarlah, lakukanlah dan kejarlah cita-cita anda sampai anda menangkapnya.

Ketiga: Selalu Optimis Dalam Mencapai Cita-cita. Saya ambil contoh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dalam berbagai kesempatan dia menyampaikan bahwa tidak pernah terbayangkan bagi dia menjadi Presiden. Lalu apa rahasianya sehingga dia mencapai puncak RI 1? Dia selalu optimis. Contoh yang lebih dekat adalah saya pribadi, boro-boro ingin jadi Bupati kuliah pun masih samar-samar. Berhasil tidak ya, kuliah saya ini. Saya tidak fokus pada kekurangan dan keterbatasan keuangan keluarga. Saya hanya fokus pada visi yang telah Tuhan tanamkan di dalam jiwa saya, yakni membangun daerah tanah kelahiran saya. Tidak ada yang lain, sehingga pun saya semangat belajar, berjuang dengan gigih. Apalagi di zaman ini tidak hanya butuh perjuangan, tetapi juga intelektual kita serta psikomotorik (keterampilan) kita juga dibutuhkan.

Keempat: Kepada Kaum Petani Jangan Minder dan Pesimis. Masyarakat kita mayoritas petani namun bukan berarti petani tidak memiliki peran untuk kemajuan masyarakat dan suatu daerah. Terkadang petani merasa minder dan pesimis mendukung anaknya dalam mengejar visinya. Mengapa? Karena para petani berpikir, bagaimana bisa hal ini terjadi, kebutuhan sehari-hari saja bergumul, apalagi kebutuhan sekotah atau kuliah. Sekali lagi saya katakan bahwa tidak ada seorang pun manusia telah menentukan nasibnya seperti ini atau seperti itu. Saya juga Anak Petani, orang tua saya petani. Orang tua saya selalu memberikan pelajaran yang berharga kepada saya dan kami anak-anaknya bahwa hidup itu tidak perlu minder, memang keadaan kita seperti ini. Walaupun keadaan kita seperti ini jangan pernah pesimis (menyerah) pada keadaan yang ada. Sikap minder dan pesimis hanya membuat kita merasa tidak berdaya, tidak mampu, ya sudahlah memang beginilah nasib keluarga kami. Tidak seperti itu, kaum petani memiliki peluang yang sama untuk menyekolahkan anak-anak. Saya percaya ketika para petani tidak minder pada keadaan yang ada namun, selalu optimis maka Tuhan akan campur tangan memberikan jalan keluar.

Kelima: Pemuda Jangan Lihat Keadaanmu Saat Ini, Buka Jendela Lihat Dunia Sekitarmu. Pesan terakhir saya kepada para pemuda di Bumi Aekhula, anda adalah harapan bangsa ini, harapan Kepulauan Nias dan harapan Kabupaten Nias Barat. Oleh karena itu, izinkan saya memberikan pesan moral sebagai motivasi untuk anda dalam meningkatkan semangat hidup dan gigih dalam berjuang. Pesan ini merupakan pesan moral yakni:

1) Jangan fokus pada keadaan keluargamu saat ini, kalau orang tua anda tidak mampu membiayai anda untuk kuliah atau sekolah atau dalam berjuang mencapai cita-cita, anda jangan tidur, bangunlah, bukalah jendela, lihat dunia sekitarmu, ada banyak kesempatan yang anda bisa ambil untuk meraih cita-citamu. Tidak hanya satu atau dua orang yang berhasil dari keluarga sederhana bahkan miskin sekalipun, mereka membuka mata dan hati untuk berjuang menggapai visi hidup mereka;

2) Jangan berpangku tangan, jangan bermalas-malas, tetapi belajarlah dengan semangat, banyak membaca, rajin ke gereja, banyak berdoa dan bangunlah hubunganmu dengan orang lain;

3) Bekerjalah dengan rajin, hilangkan rasa malu di dalam jiwamu, engkau adalah generasi emas yang memiliki peluang dan kesempatan yang sama menjadi pemimpin, menjadi Bupati dan menjadi pejabat. Tidak ada hukumnya bahwa hanya anak pejabat yang bisa jadi pejabat dan anak petani tetap anak petani. Tidak ada hukum seperti itu. Engkau memiliki peluang yang sama, asalkan saja anda belajar, andalkan Tuhan dan berjuang sampai akhirnya;

4) Pesan moral kepada para pemuda, jauhkan cara-cara hidup atau cara bergaul yang membawa anda kepada kehancuran, seperti jauhilah minuman keras, jangan merokok, jangan pakai obat-obat terlarang, jauhilah pergaulan bebas dan tindakan-tindakan kriminal lainnya. Karena perbuatan-perbuatan ini hanya membawa anda kepada kehancuran. Ingat Firman Tuhan berkata “Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu – seperti yang telah kubuat dahulu bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah (Galatia 5:19-21)”;

5) Tingkatkanlah peran anda dalam mendukung pemerintahan yang ada untuk membangun daerah Nias Barat dan berikanlah apa yang bisa kamu berikan. Bergandengan tangan membangun kampung dan daerah anda, tunjukkan kepada masyarakat jati dirimu bahwa anda adalah generasi yang diharapkan oleh masyarakat itu sendiri;

6) Doa dan harapan saya sebagai Bupati Nias Barat periode 2016-2021, agar cita-cita anda dapat tercapai oleh karena pertolongan Tuhan Yesus Kristus. Hiduplah sebagai orang bijak sebagaimana Firman Tuhan berkata “Karena itu, perhatikantah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat (Efesus 5:15-16)”.

Bapak/lbu dan Saudara/i yang saya hormati dan saya kasihi, sebelum saya mengakhiri testimony ini, izinkan saya menyampaikan beberapa hal sebagai berikut:

Pada kesempatan yang baik ini, saya mengucapkan terimakasih kepada Bapak Pdt. Arozatuto Tetaumbanua, S.Th., M.Pd.K. sebagai Ketua Tim penyusun dan penyunting Buku Biografi ini, terimakasih juga kepada Bapak Ev. Kejar Hidup Laia. M.Th sebagai Tim Penyusun dan sekaligus sebagai Ketua STTAM Nias Barat dan Bapak Ehudi Daeli sebagai komunikator, dan kepada Saudara Oktoris Lase, S.Kom yang telah rnenjadi tim desainer, tiada balasan dari saya dan keluarga, doa kami kiranya Tuhan memberkati pelayanan dan pekerjaan serta keluarga Bapak-Bapak.

Saya ucapkan terimakasih juga kepada Bapak/lbu yang telah berkontribusi di dalam Buku Biografi ini, yakni Bapak/lbu Narasumber yang telah memberikan komentar, Bapak Ephorus ONKP, BNKP dan BKPN serta para Pendeta dan Narasurnber lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu.

Saya juga mengucapkan terimakasih kepada para sahabat saya, Bapak Wakil Bupati Nias Barat (Bapak Khenoki Waruwu) yang sekaligus juga sebagai Bupati Nias Barat terpilih periode 2021-2024, Bapak Sekda (Bapak Prof. Dr. Fakhili Gulo, M.Si), seluruh kepala SKPD, para Camat dan para Kepala Desa se-Kabupaten Nias Barat serta seluruh Masyarakat Nias Barat yang saya cintai dan yang saya banggakan. Terimakasih semua dukungan kepada saya selama ini dalam memimpin Kabupaten Nias Barat yang kita cintai. Biarlah segala kekurangan dan kelemahan menjadikan pembelajaran di dalam kehidupan kita.

Terimakasih juga kepada Penerbit Buku STTAM Nias Barat dan juga Baragra Printing yang telah mencetak buku ini dengan profesional. Kiranya pimpinan penerbit dan percetakan diberkati Tuhan dalam berkarya dibidang pendidikan dan jurnalistik.

Teristimewa saya mengucapkan terima kasih kepada Isteri saya tercinta Ny. lnsani Halawa, SE., anak-anak saya yakni Ester, Nani, Lety, Debora dan Dody serta keluarga besar dan sahabat saya, yang telah banyak mendukung, mendoakan dan memotivasi saya dalam menjalankan roda pemerintahan di Kabupaten Nias Barat dan juga semangat yang diberikan kepada saya, kiranya Tuhan Yesus memberkati Bapak/Ibu dan saudara semua.

Akhir kata, saya sampaikan pesan moral yang sangat penting kepada kita semua terutama para pemuda bahwa keadaan kita tidak menentukan nasib kita, tetapi tindakan yang disertai dengan perjuangan, ucapan syukur dan kegigihan di dalam meraih cita-cita itulah yang mengubah konsep pikiran dan hidup kita. Andalkan Tuhan. sebab “Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! (Yeremia 17:7)”.

Akhirnya, manakala ada kesilafan dalam menulis nama, gear, tanggal dan tahun serta kekurangan huruf dan kelebihan huruf, bahkan kalimat yang menyinggung perasaan dan pribadi Bapak/lbu dan Saudara/i dalam penulisan Buku Biografi ini, saya mohon maaf sebesar-besarnya dan hal itu bukan disengaja.

Kiranya buku ini menjadi setitik embun yang membasahi kerongkongan para pembaca yang budiman. Selamat membaca dan selamat berjuang untuk mencapai visi hidupmu. Tuhan Yesus memberkati. Amin. Haleluya! Shalom!

 

Anda mungkin juga berminat Lagi daripada pengarang

1 Komen

  1. celotehpraja berkata

    pengen baca BUKU BIOGRAF_nya, ngomong2 informasi tentang cpns 2021 ada ya pak dinias barat?

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.