BUPATI NIAS BARAT FADUHUSI DAELY, S.Pd., MA., MM., RESMIKAN DESA WISATA SISOBAOHO “AIR TERJUN LAWU-LAWU”

MANDREHE BARAT – Bupati Nias Barat Faduhusi Daely, S.Pd., MA., MM., resmikan Desa Wisata Sisobaoho “Air Terjun Lawu-Lawu”.

Bertempat di Desa Sisobaoho, Jumat (09/04/2021).

Dihadiri oleh Direktur Bidang Destinasi Pariwisata Regional I Kemenkraf RI Andi Marpaung, Sekretaris Daerah Prof. Dr. Fakhili Gulo, M.Si., Asisten, Kepala Perangkat Daerah, Camat Mandrehe Barat, Kepada Desa Sisobaoho, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Adat beserta Warga Desa Sisobaoho.

Adapun “Air Terjun Lawu-Lawu” merupakan wisata berupa aliran air yang jatuh dari atas bukit setinggi ±30 meter dengan dikelilingi hutan yang sejuk, banyak dikunjungi masyarakat dari berbagai tempat/daerah.

Dalam arahan tugasnya, Bupati menyampaikan…

Desa Wisata adalah komunitas atau masyarakat yang terdiri dari penduduk suatu wilayah terbatas yang bisa saling berinteraksi secara langsung dibawah sebuah pengelolaan dan memiliki kepedulian serta kesadaran untuk berperan bersama sesuai keterampilan dan kemampuan masing – masing demi memberdayakan potensi secara kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya kepariwisataan di wilayahnya. Dengan adanya komunitas Desa Wisata ini, masyarakat diharapkan dapat menyiapkan diri sebagai tuan rumah yang baik bagi para wisatawan ketika berkunjung. Adapun konsep pengembangan Desa Wisata mengacu pada unsur 3A dalam pariwisata yang mampu menjawab kebutuhan wisatawan selama berada di lokasi wisata antara lain bagaimana potensi atraksi, kesiapan akses dan kekuatan amenitas.

Dengan diresmikannya 4 Desa Wisata di Kabupaten Nias Barat merupakan salah satu langkah strategis dalam upaya percepatan pemulihan ekonomi pasca pandemik Covid-19. Hal ini tentunya sejalan dengan program Pemerintah Pusat yang melihat Desa Wisata menjadi salah satu sektor pendorong peningkatan perekonomian masyarakat. Desa Wisata diharapkan mampu membuka peluang pekerjaan bagi usaha ekonomi kreatif.

Program Desa Wisata dicetuskan oleh Presiden Indonesia Bapak Jokowidodo sendiri pada Tahun 2016 di kegiatan Sail Selat Karimata. Program Desa Wisata menjadi program prioritas ataupun unggulan di 4 Kementrian, yaitu Kementerian Koordinator Maritim dan Infestasi, Kementerian Pariwisata dan Ekraf, Kementerian Desa PDTT dan didukung program-program dari kementerian lain seperti Kementerian PUPR, Kemenko PMK dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Dengan peluang-peluang tersebut saya berharap dalam pegembangannya Desa harus mampu berkolaborasi dengan Dinas terkait dan seleruh stakeholder dengan tetap menjunjung tinggi tujuan dari adanya Desa Wisata, mampu memberdayakan segala potensi yang ada baik dari potensi alam, sumber daya manusia dan pengelolaannya.

Tuhan telah memberikan berkat yang luar biasa melalui potensi alam Nias Barat yang unik. Nias Barat mempunyai berbagai jenis potensi alam dari pesona pegunungan dengan puncak Harmoni di Somomo berlanjut di Pantai Kamadu Beach di Tetehosi dan di akhiri dengan hamparan garis pantai yang panjang dan lebar di sepanjang Pantai Sirombu. Mandrehe Barat dan Moro’o dilengkapi dengan keunikan budaya di desa -desa yang menjadi simbol kebudayaan salah satunya Kampung Hiligoe tempat Patung Tekhembowo di Kecamatan Mandrehe. Yang menjadi pertanyaannya mengapa masih belum bisa bermanfaat secara maksimal? Tentunya yang menjadi kata kunci adalah 3K Kolaborasi, Koordinasi dan Komunikasi. Mari kita sating bersinergis mengangkat mengembangkan, memajukan dan menjadikan unggul dengan mengambil bagian apa yang bisa kita lakukan untuk berguna bagi Nias Barat dan generasi berikutnya.

Dengan ditetapkannya Desa Wisata di Nias Barat ini masih masuk dalam kategori Desa Wisata rintisan diharapkan dengan sinergitas antar Pemerintah Desa, Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat, kita berharap pada Tahun selanjutnya Desa Wisata yang ditetapkan hari ini dapat masuk dalam 224 Desa Wisata mandiri yang tersertifikasi yang menjadi program RPJMN Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Tentu melalui Proses yang panjang dan penuh tantangan, saya berpesan untuk tetap bersemangat dan bersatu demi terciptanya Nias Barat Hasambua dan Nias Barat Zoguna Ba Zato.

Dengan memohon Ridho dari Tuhan Yang Maha Kuasa Launching Desa Wisata Sisobaoho ” AIR TERJUN LAWU-LAWU” Kabupaten Nias Barat Tahun 2021 dengan ini dibuka secara resmi. Demikian disampaikan. Ya’ahowu!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1 Komen
  1. Amirudin morzoxdowna berkata

    Air terjunnya bagus juga ya Pak, wisata nias barat bagu-bagus tak kalah dengan daerah lain. semoga jadi prioritas pemda kedepannya https://ameblo.jp/morzoxdowna/

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.